Jumat, 20 Februari 2009

Belajar untuk Mendengar, Mendengar untuk Belajar

Mendengarkan secara Produktif

Kehidupan sehari-hari Anda penuh dengan kegiatan mendengar (walaupun pasif). Para pelajar dan mahasiswa menghadiri kuliah; para karyawan menghadiri rapat. Anda menggunakan waktu banyak sekali di tempat yang hanya satu atau dua orang saja berbicara dan yang lainnya menjadi pendengar saja. Kondisi ini berlawanan dengan cara belajar yang dimaksud oleh buku ini: orang belajar adalah orang yang aktif menggunakan informasi baru, bukan hanya sebagai pendengar pasif.

Mendengar secara produktif berawal dari memahami diri sendiri dan proses mendengarkan. Komunikasi merupakan proses pergerakan informasi yang kompleks dari benak manusia yang satu kepada lainnya dengan mengkonversikan ide menjadi kata-kata dibenak pembicara dan mengkonversikan kata-kata kembali menjadi ide di benak pendengarnya. Karena kata-kata sering kali memiliki bermacam-macam makna dan bisa dirangkaikan sebagai ungkapan, kesalahan sangat mungkin terjadi.

Sebelum Anda bisa memahami yang dikatakan oleh orang lain, kata-kata tersebut harus melewati banyak “saringan komunikasi” atau gangguan-gangguan. Gangguan ini kadang-kadang menyebabkan beralihnya arti sesungguhnya dari pesan yang disampaikan. Terdapat beberapa gangguan yang banyak menyita perhatian Anda, misalnya kegaduhan yang terjadi di ruang di samping kelas Anda, atau suara gelegekan orang yang duduk dua kursi di sebelah Anda. Berikut disampaikan bermacam-macam gangguan yang sering mengacaukan proses mendengarkan.

Mengatasi Gangguan-Gangguan

Bersiaplah menghadapi gangguan-gangguan yang paling mengganggu Anda. Berikut adalah saran-saran yang bisa dipergunakan untuk mengatasi setiap gangguan pada daftar di atas.

SARAN 1:Kegaduhan dan aktivitas yang terjadi di dekat Anda

Lakukan hal-hal yang bisa mengurangi gangguan tersebut, duduklah di tempat yang agak jauh dari pusat kegaduhan dan agak terhalang dari memandang aktivitas orang lain, sehingga tidak terganggu. Bila Anda tidak bisa menghindar dari gangguan ini, terimalah kenyataan tersebut dan fokuskan perhatian pada kegiatan mendengarkan, bukan pada gangguan di sekitar Anda. Bila Anda kesulitan untuk melihat dan mendengar yang terjadi di kelas, maka datanglah lebih awal dan carilah tempat duduk yang paling aman dari gangguan ini.

SARAN 2: Pembicara yang tidak enak gaya bicaranya

Dengarkan isi yang dibicarakan, bukan gaya bicaranya. Banyak sekali orang pandai, yang memiliki banyak informasi, bukanlah pembicara yang bagus, bahkan suaranyapun tidak bagus. Bayangkan saja, pembicara tersebut sebagai tokoh film kartun, sehingga Anda bisa berkonsentrasi pada isi pembicaraannya.

SARAN 3: Penggunaan kata-kata kasar

Sebagian orang beranggapan bahwa penggunaan kata-kata kasar menjadikan pesan yang disampaikan lebih berpengaruh. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat sejumlah orang yang tidak menyukainya sehingga mereka tidak mendengarkan isi pembicaraannya. Bila Anda sedang mendengarkan pembicaraan seseorang yang mempunyai kebiasaan menyelipkan kata-kata kasar pada pembicaraannya, cobalah fokuskan pada isi pembicaraannya, bukan pada kata-kata yang digunakannya; bila Anda benar-benar terganggu, mungkin Anda harus meningkatkan sikap menerima kenyataan.

SARAN 4: Pendapat yang berbeda dengan Anda

Mendengarkan adalah membuka diri terhadap ide baru/pendapat lain. Anda tidak perlu harus mengubah pikiran Anda karena mendengarkan atau mengetahui adanya informasi baru. Jangan langsung menolak informasi yang baru didengar, cobalah bandingkan ide/pendapat/pikiran Anda dengan yang dikatakan oleh pembicara. Anda akan memiliki senjata yang ampuh untuk mempertahankan diri/posisi/kedudukan bila mampu memahami orang lain.

SARAN 5: Model pakaian atau tatanan rambut yang berbeda dengan Anda

Walaupun masyarakat sudah lebih terbuka untuk menerima segala gaya, tetapi banyak di antara kita yang masih mengharapkan kondisi sekeliling seperti yang dipikirkannya. Terbukalah. Banyak sekali guru yang pintar tetapi menggunakan pakaian yang aneh atau menata rambutnya tidak seperti kebanyakan orang.

SARAN 6: Pikiran dan perhatian Anda

Lakukan apa saja yang bisa Anda kerjakan agar menjadi pendengar aktif. Bila pikiran Anda masih di awang-awang, paksalah untuk terfokus pada kuliahnya dengan cara mencatat hal-hal yang diceramahkan, yang Anda dengar terakhir. Kondisi ini, mungkin akan mampu menekan pikiran-pikiran yang tidak relevan sehingga membantu melakukan konsentrasi pada ceramah yang sedang dilaksanakan. Jangan frustrasi bila tidak segera bisa memfokuskan perhatian, cobalah pelan-pelan.

SARAN 7: Perbedaan umur yang banyak antara pembicara dan Anda

“Anak muda selalu lincah” atau “orang tua selalu lamban” merupakan ungkapan prasangka yang sering dilontarkan. Kadang-kadang orang memang terlalu mementingkan umur daripada pengetahuan. Padahal pengetahuan dan sikap bijak bisa datang pada siapa saja tanpa pandang usia.

SARAN 8: Aksen bicara yang berbeda dengan Anda

Bila Anda terganggu oleh aksen seseorang, cobalah lebih relaks. Aksen agak sulit berubah, sehingga tidak ada gunanya Anda terlalu membenci aksen orang lain. Jangan segan-segan untuk bertanya apabila Anda tidak memahami ucapannya; para instruktur ingin agar Anda memahami benar-benar, jadi mereka akan membantu dengan senang hati. Bila Anda masih tetap belum jelas, cocokkan catatan Anda dengan catatan teman lainnya setelah selesai kuliah.

SARAN 9: Pembicara yang “meremehkan Anda”

Perasaan “diremehkan”, belum tentu sama. Banyak orang yang tidak memperhatikannya, sehingga kapan saja tidak pernah merasa “diremehkan”. Tetapi banyak juga orang yang kadang-kadang merasa “diremehkan”. Misalnya Anda sebenarnya sudah mempelajari suatu topik pengetahuan selama bertahun-tahun. Pada saat menghadiri ceramah dengan topik yang berkaitan, Anda merasa bahwa bahasa yang digunakannya sangat sederhana, yaitu bahasa yang biasa digunakan untuk menjelaskan kepada orang yang sama sekali belum mengerti. Atau penceramah berasumsi bahwa pendengarnya belum tahu sama sekali topik yang dibicarakannya, sehingga penceramah menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Bila Anda mengkhawatirkan hal ini akan terjadi, yang paling baik adalah bersiaplah. Bacalah bahan-bahannya lebih dulu, carilah istilah/ungkapan-ungkapan baru dari bahan, bertanyalah, dan catatlah.

SARAN 10: Pembicara yang tidak siap

Saran yang paling baik adalah, bersiaplah menghadapi kenyataan. Bacalah bahan-bahannya terlebih dahulu dan ingatlah hal-hal baru yang ingin Anda ketahui lebih lanjut. Bertanyalah bila Anda tidak paham. Pertanyaan-pertanyaan Anda sering kali justru akan membantu pembicara kembali pada topiknya. Tulislah ide/pendapat Anda pada buku catatan Anda untuk dilontarkan kepada pembicara bila sewaktu-waktu pembicaraannya ke luar dari topik.

SARAN 11: Pengalaman tidak baik yang pernah dialami berkaitan dengan pembicara

Kadang-kadang sebagai pembelajar, Anda terlibat perselisihan paham dengan instruktur. Tidak akan menjadi masalah bila Anda bisa memilih untuk ikut di kelas instruktur lain dengan topik yang sama. Tetapi bila tidak? Fokuskan perhatian pada topik, jangan pada instrukturnya. Ingatlah tujuan Anda mempelajari topik tersebut. Bila tetap merasa terganggu, berarti Anda gagal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda